Dari Ikrar Menuju Khidmah: Pengurus ISRU & PKM 2026/2027 Resmi Dilantik

scheduleMinggu, 5 Juli 2026

Estafet kepemimpinan organisasi santri kembali bergulir. Senin (6/7/2026), Halaman Kampus 2 Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan menjadi saksi pelaksanaan Upacara Pelantikan Pengurus ISRU Putra-Putri dan PKM Masa Khidmah 2026/2027 yang berlangsung dengan penuh khidmat.


Pelantikan kali ini menjadi awal pengabdian bagi para pengurus ISRU (Ikatan Siswa/Siswi Raudlatul Ulum) sebagai organisasi kesiswaan, serta PKM (Patroli Kedisiplinan Madrasah) yang bertugas membantu membangun budaya disiplin, ketertiban, dan karakter positif di lingkungan madrasah. Keduanya menjadi mitra strategis madrasah dalam menghidupkan berbagai program pembinaan santri.


Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Drs. K.H. Muhammad Najib Suyuthi, M.Ag.. Melalui pembacaan naskah pelantikan dan ikrar jabatan, beliau secara resmi mengukuhkan seluruh pengurus untuk mengemban amanah selama satu masa khidmah.


Pada kesempatan tersebut, Majda Mujtaba resmi dilantik sebagai Ketua ISRU Putra, sedangkan Vora Saidatul Aulya menerima amanah sebagai Ketua ISRU Putri. Keduanya diharapkan mampu menjadi motor penggerak organisasi sekaligus teladan bagi seluruh siswa.


Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa tantangan terbesar seorang pengurus bukanlah memimpin orang lain, melainkan memimpin dirinya sendiri. Seorang mujahid masa kini adalah mereka yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga keikhlasan dalam setiap pengabdian.


"Kesempatan ini belum tentu datang dua kali." Kalimat tersebut menjadi pengingat agar seluruh pengurus memanfaatkan masa kepengurusan sebagai ruang belajar, bukan sekadar memegang jabatan. Organisasi adalah tempat terbaik untuk menempa karakter dan kepemimpinan.


Beliau juga menekankan bahwa pengurus ISRU dan PKM harus memiliki kepekaan sosial. Tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian, empati, dan dorongan untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui pelayanan yang tulus.


Menurut beliau, alumni ISRU selama ini memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. Pengalaman berorganisasi menjadikan mereka lebih siap beradaptasi, bekerja sama, dan mengambil peran ketika terjun ke lingkungan sosial.


Kepada jajaran pengurus baru, beliau berpesan agar tidak menunda langkah. Rapat kerja diminta segera dilaksanakan sebagai pijakan menyusun program-program organisasi, dengan prioritas utama mengawal Program Percepatan RASA agar santri baru lebih cepat beradaptasi dan merasa nyaman di lingkungan pesantren.


Pesan juga ditujukan kepada seluruh santri. Santri lama diminta terus meningkatkan semangat belajar melalui berbagai program unggulan pesantren seperti PPAQ, sorogan, tahfidz, Mafikib, EAG, konversasi bahasa Inggris, hingga aktivitas organisasi. Sementara santri baru diminta tidak takut menjalani proses adaptasi karena seluruh perjalanan belajar dilakukan melalui pendampingan. "Di sini tidak ada kata tidak bisa, yang ada hanyalah belum bisa."


Menutup arahannya, beliau mengajak seluruh santri memanfaatkan fasilitas dan kesempatan yang telah disediakan pesantren sebaik-baiknya. Dengan semangat khidmah, pelayanan yang penuh kasih sayang, serta keikhlasan dalam mengabdi, Pengurus ISRU Putra-Putri dan PKM Masa Khidmah 2026/2027 diharapkan mampu menghadirkan organisasi yang aktif, bermanfaat, dan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan masyarakat.


***


Tim Redaksi


Galeri