Pelantikan Pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan 'Am Dirosiy 2026/2027, Awal Khidmah Menuju Pesantren Berkemajuan

scheduleKamis, 2 Juli 2026

Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan menggelar Pelantikan Pengurus Pondok Putra dan Putri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan 'Am Dirosiy 2026/2027 pada Jumat (3/7/2026) ba'da Maghrib. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Putra dan Putri Raudlatul Ulum Guyangan tersebut diikuti oleh para pengasuh, dewan asatidz, pengurus baru, serta seluruh santri. Prosesi pelantikan menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan santri sekaligus menandai dimulainya masa khidmah kepengurusan baru untuk mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang semakin tertib, nyaman, dan berkemajuan. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kesiapan pemanfaatan fasilitas gedung baru Pondok Putra yang diharapkan semakin menunjang kenyamanan dan kualitas pembinaan para santri.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan pengurus, dilanjutkan prosesi pelantikan dan pengucapan ikrar oleh seluruh pengurus yang telah ditetapkan. Dengan penuh khidmat, para pengurus menyatakan kesiapan mengemban amanah, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai kepesantrenan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh santri. Pelantikan ini menjadi awal dimulainya pengabdian sekaligus proses pembelajaran kepemimpinan yang akan membentuk karakter para pengurus dalam menjalankan amanah.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Drs. K.H. Muhammad Najib Suyuthi, M.Ag., menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan miniatur kehidupan bermasyarakat. Sebagai makhluk sosial, manusia harus belajar hidup berdampingan, saling menghormati, bekerja sama, serta menyikapi perbedaan dengan bijaksana. Menurut beliau, pengalaman berorganisasi di pesantren menjadi bekal yang sangat berharga ketika para santri kelak terjun ke tengah masyarakat. "Menghargai orang lain sama dengan menghargai diri sendiri, dan memuliakan orang lain sama dengan memuliakan diri sendiri," pesan beliau. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan kepengurusan, di mana yang lebih muda menghormati yang lebih tua, sementara yang lebih tua membimbing dan menyayangi yang lebih muda dengan penuh kasih sayang.

Beliau juga menjelaskan bahwa tata kelola organisasi di pesantren dibentuk untuk memastikan setiap santri memperoleh hak dan pelayanan yang terbaik. Pengurus bukanlah simbol kekuasaan, melainkan pelayan bagi seluruh warga pesantren. Oleh karena itu, beliau mengingatkan agar seluruh pengurus segera menyusun program kerja melalui rapat kerja (raker) sebagai pedoman selama satu masa khidmah. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah percepatan adaptasi atau krasan bagi santri baru agar mereka dapat merasa nyaman, betah, dan cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan di pesantren. Beliau menegaskan bahwa seluruh program harus dilandasi niat yang lurus, keikhlasan, kesabaran, serta semangat membimbing akhlak santri. Amanah sebagai pengurus memang berat, namun jika dijalankan dengan penuh kasih sayang akan menjadi keberkahan dan jalan menuju al-'ilmu an-nafi'.

Melalui pelantikan ini, diharapkan seluruh Pengurus Pondok Putra dan Putri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan 'Am Dirosiy 2026/2027 mampu menjadi teladan dalam kedisiplinan, pelayanan, dan pengabdian kepada sesama santri. Dengan dukungan fasilitas yang terus berkembang, termasuk gedung baru Pondok Putra, serta komitmen pengurus dalam menjalankan program-program yang berpihak kepada kebutuhan santri, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Semangat khidmah yang diawali dengan niat tulus diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi santri yang unggul, berakhlakul karimah, serta siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.


Galeri


***


Tim Redaksi

Kunjungi konten kami juga di Instagram Reels:

Pelantikan Pengurus Pondok Putra

Pelantikan Pengurus Pondok Putri